Di antara dua puluh lima nabi yang namanya disebutkan di dalam Al-Qur'an, ada satu nama yang mungkin belum pernah kamu dengar: Zulkifli.
Namanya unik sekali. “Zulkifli” berasal dari kata “kafala”, yang artinya menanggung atau menjamin. Jadi arti namanya kurang lebih adalah “orang yang menanggung janji” atau “orang yang menepati janjinya”.
Al-Qur'an menyebutkan beliau secara singkat. Allah berfirman bahwa Ismail, Idris, dan Zulkifli semuanya termasuk orang-orang yang sabar, dan Allah memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya. Mereka termasuk orang-orang yang saleh.
“Dan ingatlah Ismail, Ilyasa', dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.”
QS. Sad: 48
Karena Al-Qur'an hanya menyebutkan beliau secara singkat, kita tidak boleh menceritakan hal-hal yang tidak kita ketahui. Tetapi para ulama banyak menuturkan sebuah kisah yang menjelaskan mengapa beliau mendapat nama itu.
Diceritakan bahwa pada zaman dahulu, ada seorang raja yang sudah tua. Raja itu merasa tidak sanggup lagi memimpin negerinya, dan ia ingin menyerahkan tugas itu kepada orang yang benar-benar bisa dipercaya.
Maka raja itu mengumumkan di seluruh negeri: siapa yang bersedia menanggung tiga janji, ia akan menjadi pemimpin menggantikan raja. Tiga janji itu adalah: berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan memutuskan perkara di antara manusia dengan adil.
Syarat-syarat itu berat. Berpuasa setiap hari siang. Beribadah setiap malam. Dan yang paling sulit menurut banyak orang: memutuskan perkara dengan adil, tidak memihak siapa pun, meskipun kepada keluarga sendiri atau kepada orang kaya yang bisa memberi hadiah.
Banyak orang menginginkan kedudukan itu, tetapi tidak banyak yang berani menanggung janji seberat itu. Seorang pemuda tampil dan berkata, “Aku sanggup.”
“Apa kamu benar-benar sanggup?” tanya raja, karena ia ingin memastikan. “Ya,” jawab pemuda itu. Maka ia pun diserahi tugas itu, dan sejak hari itu ia dikenal sebagai Zulkifli, orang yang menanggung janji.
Dan ia benar-benar menepatinya. Setiap siang ia berpuasa. Setiap malam ia beribadah dan berdoa. Dan setiap hari ia duduk memutuskan perkara di antara manusia dengan seadil-adilnya.
Kalau ada dua orang bertengkar dan datang kepadanya, ia mendengarkan keduanya sampai selesai. Ia tidak memotong pembicaraan. Ia tidak berpihak hanya karena yang satu lebih kaya, atau lebih terkenal, atau lebih dekat dengannya.
Kalau ia belum yakin mana yang benar, ia tidak memutuskan tergesa-gesa. Ia memeriksa lagi, bertanya lagi, sampai ia merasa yakin bahwa keputusannya tidak akan menyakiti orang yang tidak bersalah.
Inilah yang membuat namanya dihormati. Bukan karena ia paling kuat, bukan karena ia paling kaya, tetapi karena ia bisa dipercaya. Orang tahu bahwa kalau Zulkifli berjanji, ia akan menepatinya.
Bertahun-tahun ia memegang tugas itu, sampai ia wafat. Tidak ada satu janji pun yang ia langgar. Tidak ada satu keputusan yang ia ambil dengan curang. Ia memulai dengan sebuah janji, dan ia mengakhirinya dengan janji itu tetap utuh.
Renungkan sebentar betapa sulitnya itu. Berpuasa sehari itu mungkin sanggup. Beribadah semalam itu mungkin sanggup. Tetapi melakukannya setiap hari selama bertahun-tahun, sambil tetap adil kepada semua orang yang datang mengadu — itu membutuhkan kesabaran yang luar biasa.
Di situlah letak pelajaran dari nama Zulkifli. Allah menyebut beliau bersama orang-orang sabar, karena memang itulah yang beliau lakukan: sabar menjaga janji, hari demi hari, tanpa mengeluh dan tanpa berhenti di tengah jalan.
Bukan bakat luar biasa yang membuat beliau dikenang. Hanya satu hal: janji yang ditepati sampai akhir.
🧡 Hikmat Cerita
Nama Nabi Zulkifli berarti orang yang menanggung janji, dan itulah yang beliau lakukan seumur hidup: berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan memutuskan perkara dengan adil. Kisah beliau mengajarkan bahwa kesetiaan pada janji bukan perbuatan sekali jadi, melainkan sesuatu yang harus dijaga setiap hari.
Yang bisa kita ambil
- 1Janji itu berat. Karena itu jangan berjanji sembarangan, dan tepati setiap janji yang sudah diucapkan.
- 2Adil berarti tidak memihak, walaupun yang salah adalah orang yang kita sayangi.
- 3Hal yang sulit bukan memulainya, tetapi menjaganya setiap hari sampai akhir.
- 4Nama baik dibangun dari kepercayaan, bukan dari kekayaan atau kekuatan.