😊

Kabar Baik untuk Orang Tua yang Sudah Lanjut Usia

Kisah Nabi Ishaq 'alaihissalam

🔢 Cerita ke-9 dari 25🕌 Cerita Nabi & Rasul🎂 6–10 tahun⏱️ 8 menit🧒 Nabi Ishaq

Nabi Ibrahim adalah nabi yang sangat dikasihi Allah. Ia telah melewati banyak sekali ujian: dibakar, diusir dari negerinya, dan berpindah ke berbagai tempat. Setiap ujian ia lewati dengan sabar.

Namun ada satu hal yang membuat hatinya rindu: ia ingin sekali punya anak. Sudah bertahun-tahun ia berdoa, dan setiap kali berdoa, ia tidak pernah mengeluh.

Istrinya, Sarah, juga sudah lanjut usia. Usianya sangat tua, dan menurut kebiasaan manusia, tidak mungkin lagi melahirkan anak. Bahkan kabar itu termasuk kabar yang mustahil.

Suatu hari, Nabi Ibrahim kedatangan tamu. Beberapa orang asing yang gagah datang ke rumahnya. Sebagai tuan rumah, Nabi Ibrahim menyambut mereka dengan sangat baik. Ia tidak bertanya dulu siapa mereka. Ia langsung menyiapkan makanan yang terbaik.

Ia menyembelih seekor anak sapi yang gemuk, membakarnya, dan menghidangkannya kepada para tamunya. Itulah bentuk penghormatan seorang nabi kepada tamu: cepat, ramah, dan memakai yang paling baik.

Tetapi para tamu itu tidak menyentuh makanan tersebut. Mereka hanya duduk. Nabi Ibrahim mulai merasa aneh dan sedikit takut. Ia biasanya senang kalau tamunya makan dengan lahap.

Di situlah para tamu itu berbicara, “Jangan takut.” Mereka menjelaskan bahwa mereka adalah utusan Allah. Mereka juga menyampaikan bahwa mereka sedang menuju sebuah negeri, tempat mereka akan menunaikan tugas yang berat.

Kemudian mereka menyampaikan kabar yang tidak pernah dibayangkan Nabi Ibrahim, “Sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki yang sangat alim.”

Nabi Ibrahim tertegun. “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku sudah lanjut? Maka dengan cara apa kamu memberi kabar gembira itu?”

Mereka menjawab, “Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan yang benar. Maka janganlah engkau termasuk orang-orang yang berputus asa.”

Jawaban itu sungguh indah. Ketika Nabi Ibrahim bertanya dengan ragu, utusan Allah itu tidak mengulang kabar itu dengan kesal, melainkan mengingatkan bahwa kabar itu benar, dan bahwa berputus asa bukan sifat orang beriman.

🏡👼😊
Tamu yang tidak menyentuh makanan itu ternyata utusan Allah

Di dalam rumah, Sarah mendengar pembicaraan itu. Ia sedang berdiri di dekat mereka. Ketika ia mendengar bahwa dirinya akan melahirkan anak, ia tertawa.

Tawa itu bukan tawa mengejek, melainkan tawa karena terkejut. Ia tahu betul keadaannya sendiri. Ia sudah tua, suaminya juga sudah tua. Bagaimana mungkin?

“Aduhai, aku ini perempuan tua, dan suamiku ini pun sudah tua. Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang mengherankan!” katanya.

Para utusan Allah itu berkata, “Apakah kamu merasa heran terhadap ketetapan Allah? Rahmat Allah dan berkah-Nya atas kamu sekalian, hai penghuni rumah ini. Sesungguhnya Dia Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Kalimat itu menegur dengan cara yang sangat sopan. Sekaligus mengingatkan: kalau Allah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin. Yang mustahil bagi manusia, mudah bagi Allah.

Benarlah kabar itu. Allah mengaruniakan seorang anak kepada Ibrahim dan Sarah, dan anak itu diberi nama Ishaq. Kelahirannya adalah bukti bahwa janji Allah tidak pernah meleset, walaupun waktunya terasa sangat lama bagi orang yang menunggu.

Ishaq tumbuh menjadi seorang nabi. Allah memberinya berkah dan memberinya keturunan yang banyak, termasuk seorang anak bernama Ya'qub yang juga menjadi nabi.

Allah menyebut Ishaq di dalam Al-Qur'an sebagai orang yang saleh, dan Allah menjadikan ia dan keturunannya sebagai orang-orang yang menjadi teladan dalam beribadah dan menunaikan zakat.

“Dan Kami anugerahkan kepadanya Ishaq, dan Ya'qub sebagai tambahan; dan masing-masing Kami jadikan orang yang saleh.”

QS. Al-Anbiya: 72

Jadi ingatlah sebuah keluarga yang menunggu sangat lama. Mereka tidak pernah berhenti berdoa, dan mereka tidak pernah berkata bahwa Allah tidak akan mengabulkan. Ketika kabar itu datang, mereka awalnya terkejut, lalu mereka bersyukur.

🧡 Hikmat Cerita

Kisah Nabi Ishaq mengajarkan bahwa batas kemampuan manusia bukanlah batas kekuasaan Allah. Ibrahim dan Sarah sudah sangat tua, tetapi Allah tetap memberi mereka anak. Karena itu, jangan pernah memutuskan bahwa sebuah harapan mustahil, dan jangan pernah berhenti berdoa hanya karena waktunya terasa lama.

Yang bisa kita ambil

  • 1Jangan berputus asa. Umur bukan penghalang bagi kekuasaan Allah.
  • 2Doa yang terasa lama belum dijawab bukan berarti ditolak. Mungkin waktunya belum tiba.
  • 3Allah mengabulkan doa dengan cara yang sering membuat kita terkejut, seperti tawa Sarah.
  • 4Muliakan tamu dengan cepat dan dengan yang terbaik, seperti Nabi Ibrahim menyambut para tamunya.
✨ Tidak berputus asa✨ Percaya pada janji Allah✨ Syukur

💛 Pesan Kebaikan

Kalau kamu sedang menunggu sesuatu yang baik, jangan berhenti berdoa dan jangan berhenti berusaha. Allah mendengarmu, meskipun jawabannya belum datang hari ini.

🔍 Fakta Seru

Nabi Ibrahim dan Sarah dikaruniai anak ketika keduanya sudah sangat lanjut usia. Karena itulah kisah ini disebut sebagai salah satu bukti terbesar bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.

🎨 Ayo Coba di Rumah

Buat daftar doa! Tuliskan tiga hal yang paling kamu inginkan di kertas kecil. Simpan di dekat tempat tidurmu, dan setiap malam sebelum tidur, panjatkan doa untuk satu di antaranya. Jangan menyerah sampai kamu melihat jawabannya.

📖 Sumber Cerita

QS. Hud 69–73, QS. Az-Zariyat 24–30, dan QS. Al-Anbiya 72–73

Ayat-ayat di atas adalah pokok ceritanya. Percakapan, suasana, dan perasaan tokoh ditulis sebagai gaya bercerita untuk anak. Kalau ada nama atau perincian yang hanya disebutkan dalam riwayat, di dalam cerita diberi penanda “para ulama menuturkan” atau “dikenal dalam riwayat”.