⭐

Mimpi Sebelas Bintang

Kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam

🔢 Cerita ke-11 dari 25🕌 Cerita Nabi & Rasul🎂 6–11 tahun⏱️ 11 menit🧒 Nabi Yusuf

Al-Qur'an menyebut kisah Nabi Yusuf sebagai kisah yang paling indah. Dan memang begitu, karena kisah ini bercerita tentang seorang anak yang jatuh dari puncak kasih sayang ayahnya sampai ke dasar sumur, lalu diangkat Allah ke tempat yang paling tinggi.

Yusuf adalah anak Nabi Ya'qub dari istri yang paling ia cintai. Sejak kecil, Yusuf sangat tampan, sangat jujur, dan sangat menjaga ucapannya. Ayahnya menyayanginya melebihi yang lain, dan itu membuat saudara-saudaranya merasa tersaingi.

Suatu malam, Yusuf yang masih kecil bermimpi. Ia melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan, semuanya bersujud kepadanya. Ia menceritakan mimpinya kepada ayahnya.

Ayahnya berkata, “Wahai anakku, jangan ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, karena mereka akan berbuat tipu daya kepadamu.” Ia juga memberi kabar baik, bahwa Allah akan memilih Yusuf dan mengajarinya ilmu mengartikan mimpi.

Ternyata saudara-saudaranya sudah lama memikirkan hal itu. Mereka berkata satu sama lain, “Yusuf dan adiknya lebih dicintai ayah daripada kita, padahal kita jumlahnya banyak. Sungguh ayah kita berada dalam kesalahan yang nyata.”

Mereka berunding dan memutuskan sesuatu yang sangat buruk: mereka akan menyingkirkan Yusuf. Salah seorang dari mereka sempat mengusulkan supaya Yusuf tidak dibunuh, tetapi dibuang saja ke dasar sumur. Usul itu diterima.

Keesokan harinya, mereka datang kepada ayahnya dengan wajah ramah. “Wahai ayah kami, mengapa engkau tidak mempercayakan Yusuf kepada kami, padahal kami benar-benar menyayanginya? Biarkanlah ia bermain bersama kami besok.”

Nabi Ya'qub sebenarnya khawatir, tetapi ia mengizinkan. Mereka membawa Yusuf pergi, dan ketika sudah sampai jauh, mereka melepas pakaiannya dan melemparkannya ke dalam sumur yang gelap dan dalam.

Yusuf duduk di dasar sumur itu sendirian. Tidak ada cahaya, tidak ada teman, tidak ada apa-apa. Ia masih anak-anak. Tetapi Allah selalu bersamanya, dan di dalam kegelapan itu Allah menenangkan hatinya.

🕳️🌙⭐
Seorang anak di dasar sumur, dengan mimpi yang belum dipahami

Saudara-saudaranya lalu menyembelih seekor kambing, dan mencelupkan baju Yusuf ke dalam darahnya. Pulang ke rumah, mereka menangis sambil membawa baju itu. “Ayah, Yusuf diterkam serigala ketika kami berlomba lari.”

Nabi Ya'qub tidak percaya. Ia berkata, “Sebenarnya hawa nafsumu telah membuat kamu melakukan sesuatu. Maka kesabaran yang baik itulah yang paling pantas bagiku.”

Sementara itu, rombongan pedagang yang lewat menemukan Yusuf di dalam sumur. Mereka menariknya keluar, dan... menjualnya. Anak yang tadi duduk di pangkuan ayahnya, sekarang menjadi hamba yang diperjualbelikan di pasar.

Yusuf dibeli oleh seorang pejabat tinggi Mesir. Ia tumbuh di rumah itu, melayani dengan jujur, dan dipercaya dalam banyak pekerjaan. Setiap tahun ia bertambah dewasa, dan setiap tahun pula ia bertambah baik akhlaknya.

Ketika ia sudah dewasa, datanglah ujian yang paling sulit. Ada orang yang berusaha menggodanya untuk berbuat maksiat, lalu menuduhnya melakukan kesalahan yang tidak ia lakukan. Yusuf bersih, tetapi tuduhan itu tersebar, dan ia akhirnya dipenjara.

Di dalam penjara, Yusuf tidak mengeluh. Ia tidak menyalahkan siapa-siapa. Ia justru menjadi orang yang paling ramah di antara para tahanan, dan ia mengajak mereka mengingat Allah.

Dua orang teman satu penjaranya bermimpi. Yusuf mengartikan mimpi mereka dengan tepat, dan ia meminta satu hal kepada salah satunya: “Ceritakanlah tentang aku kepada rajamu.” Tetapi orang itu lupa, dan Yusuf tinggal di penjara beberapa tahun lagi.

Bertahun-tahun kemudian, raja Mesir bermimpi. Ia melihat tujuh ekor sapi yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi yang kurus, dan tujuh tangkai gandum yang hijau bersama tujuh tangkai yang kering. Tidak seorang pun bisa mengartikannya.

Ingatlah tahanan yang pernah ditolong Yusuf. Ia menyebut nama Yusuf kepada raja. Yusuf dipanggil, dan ia mengartikan mimpi itu: akan ada tujuh tahun kemakmuran, lalu tujuh tahun kesusahan. Selama masa makmur, negeri itu harus menabung.

Raja kagum. Ia membebaskan Yusuf dari penjara dan mengangkatnya menjadi orang yang mengurus perbendaharaan negeri Mesir. Yusuf memegang jabatan itu dengan amanah, dan Mesir berhasil melewati tujuh tahun kesusahan tanpa kelaparan.

🌾🏛️👑
Dari dasar sumur, sampai menjadi orang kepercayaan raja

Lalu datanglah musim kering yang panjang. Orang-orang dari berbagai negeri datang ke Mesir untuk membeli makanan, termasuk saudara-saudara Yusuf. Mereka datang dan berdiri di hadapannya, tetapi mereka tidak mengenalinya. Yusuf mengenali mereka.

Yusuf tidak langsung memperkenalkan diri. Ia ingin memastikan sesuatu: apakah mereka sudah berubah. Ia meminta mereka membawa adiknya, Binyamin, pada kunjungan berikutnya.

Ketika mereka kembali bersama Binyamin, Yusuf tidak sanggup menahan diri lagi. Ia berkata kepada Binyamin, “Aku adalah saudaramu.” Lalu ia menyiapkan rencana supaya keluarganya bisa datang semua ke Mesir.

Dan akhirnya, ia berkata kepada saudara-saudaranya, “Aku ini Yusuf.” Mereka terkejut dan takut, karena mereka tahu apa yang pernah mereka lakukan kepadanya. Mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan Yusuf.

Maka Yusuf mengucapkan kalimat yang paling indah dalam kisah ini: “Tidak ada celaan terhadapmu pada hari ini. Semoga Allah mengampuni kamu. Dan Dialah Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”

“Tidak ada celaan terhadapmu pada hari ini. Semoga Allah mengampuni kamu.”

Nabi Yusuf, QS. Yusuf: 92

Ia tidak membalas. Ia tidak menghukum. Ia tidak menceritakan keburukan mereka kepada siapa pun. Ia justru memeluk mereka, dan meminta mereka membawa baju miliknya untuk disapukan ke wajah ayahnya, supaya penglihatan Nabi Ya'qub kembali.

Dan di akhir kisah, Yusuf berkata, “Ya Tuhanku, Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan, dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat.”

Ia tidak menyombongkan jabatannya. Ia tidak menyebut kepintarannya sebagai miliknya sendiri. Semua yang ia dapat, ia kembalikan kepada Allah — dan itulah sebabnya Yusuf tetap diangkat derajatnya.

🧡 Hikmat Cerita

Kisah Nabi Yusuf berjalan dari dasar sumur sampai kursi kekuasaan Mesir, tetapi bukan kekuasaan yang membuat namanya mulia. Yang membuatnya mulia adalah kesabarannya ketika dizalimi, kejujurannya ketika diuji, dan maafnya ketika ia sudah berkuasa. Ia tidak membalas, dan justru itulah tanda orang yang paling kuat.

Yang bisa kita ambil

  • 1Rasa iri bisa membuat orang melakukan hal yang tidak pernah ia bayangkan. Jaga hatimu dari iri.
  • 2Ketika Yusuf dizalimi, ia tidak menyerah dan tidak berubah menjadi jahat. Ia tetap baik di setiap tempat.
  • 3Kejujuran dan amanah akan membuat seseorang dipercaya, bahkan di tempat yang paling tidak ia duga.
  • 4Memaafkan ketika kita sudah kuat jauh lebih mulia daripada membalas dendam.
✨ Sabar✨ Menjaga diri✨ Memaafkan✨ Amanah

💛 Pesan Kebaikan

Kalau ada teman atau saudaramu yang pernah menyakitimu, kamu tidak wajib langsung melupakan. Tetapi cobalah memaafkan, karena itu yang dilakukan Nabi Yusuf ketika ia sudah menjadi orang berkuasa.

🔍 Fakta Seru

Kisah Nabi Yusuf diceritakan lengkap dalam satu surah Al-Qur'an, yaitu Surah Yusuf. Itu satu-satunya surah yang seluruh isinya menceritakan satu kisah dari awal sampai akhir.

🎨 Ayo Coba di Rumah

Coba pikirkan satu rasa iri yang pernah kamu rasakan — misalnya iri pada nilai teman atau mainan teman. Tuliskan satu hal baik dari orang itu, lalu ucapkan terima kasih kepada Allah untuk hal baik itu. Rasa iri biasanya mengecil kalau kita mulai menghitung kebaikan.

📖 Sumber Cerita

QS. Yusuf 1–101

Ayat-ayat di atas adalah pokok ceritanya. Percakapan, suasana, dan perasaan tokoh ditulis sebagai gaya bercerita untuk anak. Kalau ada nama atau perincian yang hanya disebutkan dalam riwayat, di dalam cerita diberi penanda “para ulama menuturkan” atau “dikenal dalam riwayat”.