🌱

Nabi yang Meneruskan Perjuangan

Kisah Nabi Ilyasa 'alaihissalam

🔢 Cerita ke-20 dari 25🕌 Cerita Nabi & Rasul🎂 6–10 tahun⏱️ 7 menit🧒 Nabi Ilyasa

Al-Qur'an menyebut nama Nabi Ilyasa di beberapa tempat, tetapi tidak menceritakan kisahnya secara panjang. Allah menyebutnya bersama nabi-nabi lain yang diberi keutamaan, dan menyebutnya termasuk orang-orang yang saleh serta orang-orang yang sabar.

“Dan Ismail, Ilyasa', dan Zulkifli, semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.”

QS. Sad: 48

Karena Al-Qur'an menyebutkan beliau dengan singkat, kita tidak menceritakan hal-hal yang tidak kita ketahui. Tetapi para ulama menuturkan bahwa Nabi Ilyasa adalah nabi yang melanjutkan tugas Nabi Ilyas setelah beliau wafat.

Mari kita renungkan apa arti “melanjutkan” itu. Setelah seseorang yang hebat pergi, biasanya ada satu dari dua kemungkinan: pekerjaannya berhenti, atau ada orang lain yang mengambilnya dan meneruskannya.

Nabi Ilyas sudah mengajak kaumnya selama bertahun-tahun, dan banyak yang menolak. Kalau setelah beliau wafat tidak ada yang melanjutkan, maka semua usaha itu akan berhenti begitu saja. Maka Allah mengangkat Ilyasa untuk meneruskan.

Nabi Ilyasa meneruskan pekerjaan yang tidak mudah. Ia menghadapi kaum yang sama, dengan kebiasaan yang sama, dan dengan penolakan yang mungkin juga sama. Tetapi ia tidak berkata, “Ini bukan tugasku, ini tugas nabi sebelumnya.”

Ia menerima tugas itu, dan ia menjalankannya dengan sabar. Allah menyebutnya sabar, dan pujian itu datang langsung dari Pencipta seluruh alam.

🌱🤲📖
Pekerjaan yang diteruskan tidak pernah sia-sia

Meneruskan pekerjaan orang lain bukan hal yang mudah. Banyak orang lebih suka memulai sesuatu yang baru, karena yang baru terasa lebih menarik dan namanya lebih cepat dikenal. Nabi Ilyasa memilih yang sebaliknya: ia menjaga pekerjaan yang sudah dimulai supaya tidak berhenti di tengah jalan.

Ia mengajak manusia dengan sabar. Ia mengingatkan tentang Allah, ia menyeru kepada kebaikan, dan ia menegur keburukan dengan cara yang baik. Ia tidak menuntut hasil yang cepat, dan ia tidak marah ketika tidak langsung didengar.

Kalau kamu membaca Al-Qur'an, nama Ilyasa disebut dua kali, dan keduanya dalam rangkaian nama nabi-nabi yang dipuji Allah. Itu sudah cukup untuk menunjukkan bahwa Allah meridai pekerjaannya, walaupun manusia tidak banyak menuliskan kisahnya.

Di situ ada satu pelajaran yang jarang dibicarakan: tidak semua orang yang berjasa akan dikenal namanya. Kadang orang yang meneruskan pekerjaan justru tidak sepopuler orang yang memulainya. Tetapi Allah tidak pernah lupa, dan catatan Allah lebih lengkap daripada catatan manusia.

Ada satu pelajaran yang penting dari kisah singkat ini. Pekerjaan baik itu sering kali panjang, lebih panjang daripada umur satu orang. Satu orang menanam, orang lain menyiram, dan orang ketiga memanen.

Coba pikirkan tentang sekolahmu. Orang yang membangun sekolahmu mungkin sudah tidak ada. Guru yang mengajar kelas satu mungkin sudah pindah. Tetapi sekolah itu tetap berdiri, dan kamu bisa belajar di dalamnya karena ada orang-orang yang meneruskan pekerjaan itu.

Begitu juga dengan ilmu. Ada orang yang menulis buku, ada yang menyalinnya, ada yang mengajarkannya, dan ada yang menyimpannya sampai ratusan tahun. Kalau satu saja dari mereka berhenti, buku itu tidak akan sampai kepadamu.

Jadi kalau hari ini kamu membaca Al-Qur'an, mempelajari kisah para nabi, dan tahu bahwa ada dua puluh lima nabi yang wajib kita kenal — sampai kepadamu karena ada orang-orang yang meneruskan, dari generasi ke generasi, selama ribuan tahun.

Nabi Ilyasa adalah salah satu mata rantai itu. Namanya dicatat dalam Al-Qur'an, dan ia dikenang sebagai orang yang melanjutkan kebaikan, bukan orang yang membiarkannya berhenti.

Dan pelajaran itu juga berlaku untuk kita. Kalau ada pekerjaan baik yang sudah dimulai di sekitarmu — menjaga kebersihan sekolah, membantu teman belajar, atau menjaga kebiasaan baik di rumah — jangan biarkan berhenti hanya karena orang yang memulainya sudah tidak ada di situ.

🧡 Hikmat Cerita

Al-Qur'an menyebut Nabi Ilyasa secara singkat, dan dari situ kita belajar satu hal besar: pekerjaan yang baik itu sering lebih panjang daripada umur manusia. Nabi Ilyasa meneruskan tugas Nabi Ilyas tanpa mengeluh, dan Allah menyebutnya sabar serta saleh. Kesediaan untuk melanjutkan pekerjaan baik adalah salah satu bentuk pengabdian yang paling mulia.

Yang bisa kita ambil

  • 1Pekerjaan baik tidak selalu selesai dalam satu masa. Kadang perlu diteruskan oleh orang lain.
  • 2Jangan menolak tugas hanya karena tugas itu berat atau karena yang sebelumnya sudah tidak ada.
  • 3Kalau ada pekerjaan baik yang sudah dimulai, jagalah supaya tidak berhenti.
  • 4Kita menikmati hasil kerja orang-orang sebelum kita. Karena itu, siapkan juga sesuatu untuk orang-orang sesudah kita.
✨ Melanjutkan kebaikan✨ Sabar✨ Amanah

💛 Pesan Kebaikan

Kalau kamu melihat ada kebaikan yang sudah dimulai orang lain, jangan biarkan berhenti. Lanjutkan saja — menjaga itu sama mulianya dengan memulai.

🔍 Fakta Seru

Nama Nabi Ilyasa' disebut bersama Nabi Ilyas dalam Al-Qur'an, dan keduanya dipercaya sebagai nabi yang diutus kepada kaum yang sama, dengan tugas yang berkelanjutan.

🎨 Ayo Coba di Rumah

Perhatikan satu kebiasaan baik di rumahmu, misalnya menaruh sepatu di rak atau mematikan lampu setelah dipakai. Hari ini, jagalah kebiasaan itu tanpa diingatkan siapa pun. Kamu sedang menjadi orang yang meneruskan kebaikan.

📖 Sumber Cerita

QS. Al-An'am 86, QS. As-Saffat 130, dan QS. Sad 48

Ayat-ayat di atas adalah pokok ceritanya. Percakapan, suasana, dan perasaan tokoh ditulis sebagai gaya bercerita untuk anak. Kalau ada nama atau perincian yang hanya disebutkan dalam riwayat, di dalam cerita diberi penanda “para ulama menuturkan” atau “dikenal dalam riwayat”.